Mengenang Cory Aquino, Pemimpin Cinta Damai

VIVAnews – Sebagai Presiden Filipina pada periode 1986-1992, Cory Aquino memimpin negerinya dalam masa-masa transisi. Dari sebuah negara dengan pemerintahan bertangan besi menjadi negara yang lebih demokratis. Di bawah kepemimpinannya, roda demokrasi kembali bergulir dan menghadirkan reformasi di bidang ekonomi dan sosial.

Lewat komitmennya yang tidak pernah menggunakan kekerasan, ia juga berhasil menyelesaikan masa jabatannya untuk dilanjutkan oleh penerusnya, Presiden Fidel Ramos. Peralihan kekuasaan ini juga berlangsung secara damai dan tertib.

Lahir di Manila, 25 Januari 1933, Corazon Cojuangco Aquino merupakan anak keenam dari delapan bersaudara. Ia mengenyam pendidikan di sekolah perempuan di Manila, sebelum ia pindah ke Amerika Serikat untuk menyelesaikan SMA dan kuliahnya. Ayahnya, Don Jose Cojuangco, merupakan mantan anggota parlemen berasal dari keluarga petani berada, sedangkan ibunya, Doña Demetria Sumulong, adalah seorang apoteker yang merupakan anak seorang senator.

Cory Aquino meraih gelar Bachelor of Arts dari College of Mount Saint Vincent di New York di mana ia mengambil jurusan sastra perancis dan matematika. Sekembalinya ke Filipina, ia melanjutkan pendidikannya di bidang hukum yang tidak ia selesaikan karena memutuskan untuk menikah dengan Benigno S. Aquino, Jr.

Dari pernikahannya, Benigno dan Cory Aquino dianugerahi empat orang putri dan seorang putra. Pada 21 Agustus 1983, Benigno Aquino yang ketika itu menjabat sebagai senator dibunuh di Manila International Airport dan menjadi martir dalam perjuangan Filipina untuk menuju ke negara demokratis.

Tahun 1986, ketika Ferdinand Marcos mengajukan diri untuk menjadi calon presiden Filipina, Cory Aquino menjadi kandidat dari oposisi. Meski pada awalnya Cory dinyatakan kalah dalam pemilu, Aquino dan pendukungnya menentang hasil pemilu tersebut dan menuduh telah terjadi kecurangan pada pemilu tersebut.

Para petinggi di militer Filipina kemudian memutuskan untuk menghentikan kekuasaan Marcos dan mengangkat Aquino sebagai presiden Filipina yang sah. Pada 25 Februari 1986, baik Aquino dan Marcos dilantik sebagai presiden oleh pendukungnya. Tetapi di hari yang sama, Marcos melarikan diri dari negeri tersebut.

Sebagai presiden terpilih, pada Maret 1986 Aquino menunjuk komisi yang merancang kembali konstitusi Filipina sampai akhirnya berhasil diselesaikan pada pada Februari 1987.

Usai masa jabatannya, Aquino mundur dari kancah politik untuk kembali ke kehidupan pribadinya. Ketika meninggalkan upacara pelantikan penggantinya, ia memilih menggunakan mobil Toyota Crown sederhana yang ia beli dibandingkan menggunakan Mercedes yang disiapkan oleh pemerintah. Ini ia lakukan untuk menegaskan bahwa ia kini telah menjadi warga negara biasa.

Sebagai penghargaan sebagai usahanya untuk menghadirkan keadilan dan kehidupan yang lebih baik pada masyarakatnya, Cory Aquino mendapatkan gelar kehormatan dari 16 universitas di Filipina, Amerika Serikat, Jepang, Hong Kong, Taiwan, dan Italia. Ia juga mendapatkan penghargaan Martin Luther King Jr. Non-violent Peace Prize, Noel Award untuk Political Leadership dari United Nations Development Fund for Women, Special Peace Award dan lain-lain.

Corazon Aquino menghembuskan nafas terakhirnya di usia 76 tahun. Corazon meninggal karena kanker usus besar yang diderita sejak Maret 2008. Selama enam belas bulan terakhir, Cory berjuang melawan penyakitnya. Dia sempat mendapat kemoterapi dan pembedahan dari tim medis. Sejak dirawat di rumah sakit Makati Medical Center pada Juni, nafsu makan Cory terus menurun. Cory akhirnya meninggal pukul 03.18 waktu Filipina, Sabtu 1 Agustus 2009.

http://id.news.yahoo.com/viva/20090801/twl-cory-aquino-pemimpin-cinta-damai-cfafc46.html

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s