12+ Tips Jitu Menjepret Foto Candid

Dalam fotografi, kita mengenal istilah candid camera. Ini berarti bahwa subjek yang kita potret tidak dalam kondisi berpose atau ‘sadar’ kamera. Hasilnya pun terlihat lebih natural, spontan, dan tidak dibuat-buat. Untuk candid camera, kita tidak perlu dipusingkan dengan berbagai macam teknik yang rumit. Meski demikian, untuk mendapatkan hasil jepretan yang memikat, ada kiat-kiat khususnya. Berikut 12 tips nya:

1. Bawa kamera kemana pun Anda pergi. Siap-siaplah untuk menjepret setiap saat, karena momen menarik bisa hadir di depan mata kapan saja.

2. Perhatikan kondisi sekitar Anda. Hal-hal sederhana bisa menjadi objek menarik untuk dibidik dengan kamera Anda. Misalnya, pemilik toko yang tengah melamun, orang yang sedang menunggu kereta api, lansia yang duduk di sebelah Anda, dua sejoli yang sedang berpacaran dan sebagainya.

3. Sigaplah untuk siap membidik, karena tidak mudah mendapatkan kesempatan untuk mengambil gambar secara candid. Jadi ketika ada momen bagus, jangan ragu untuk langsung menjepret.

4. Jangan terlalu memusingkan teknik-teknik lighting yang rumit. Berfokuslah pada teknik yang sederhana, dan gunakan fitur otomatis kamera. Ini akan memudahkan Anda. Berbagai masalah teknis, seperti gambar terlalu terang atau gelap dapat disiasati dengan editing komputer.

5. Setinglah kamera pada ISO 400, sehingga kamera menggunakan shutter speed yang cepat. Hal ini memungkinkan Anda untuk menangkap momen dengan tepat meski Anda sedang bergerak.

6. Anda tidak perlu selalu memotret dengan kamera pada posisi mata. Mungkin, Anda bisa meletakkan kamera di pinggang saat mengambil gambar. Di sini memang dibutuhkan pengalaman dan keberuntungan untuk mendapatkan gambar yang bagus.

7. Gunakan lensa zoom paling maksimal sehingga Anda dapat menjaga jarak dari subjek jepretan Anda saat memotret.

8. Jangan pernah mengambil foto punggung orang, ini akan menghasilkan gambar yang membosankan.

9. Cobalah untuk meng-convert gambar ke posisi ‘Black and White’ untuk mendapatkan hasil yang lebih emosional.

10. Momen ‘orang sedang melakukan sesuatu’ akan menjadi foto candid yang bagus. Misalnya, atlet, pedagang, petani. Cobalah untuk meng-capture inti dari pekerjaan orang tersebut. Misalnya, meng-capture tukang ledeng yang sedang berkutat memperbaiki pipa bocor atau yang lainnya.

11. Jika Anda berada di tempat umum, sah-sah saja memotret orang. Jika Anda merasa tidak enak untuk mengambil gambar orang tanpa sepengetahuannya, tak ada salahnya Anda meminta izin. Mintalah subjek untuk tidak berpose, bersikap senatural mungkin dan tetap melanjutkan aktivitasnya.

12. Jangan pernah bosan untuk berlatih dan mencoba terus-menerus. Cobalah berbagai macam angle, tempat dan scene yang berbeda-beda. Anda juga bisa mencari inspirasi dari foto candid orang lain. Latihan terus menerus akan mengasah kemampuan Anda.

http://jkt1.detikinet..com/read/2008/07/22/101649/975649/510/12-tips-jitu-menjepret-foto-candid

Tambahan:

harap diingat, yang namanya public space adalah:

– jalan raya pilik pemerintah (jadi bukan jalan raya milik real estate)

– taman-taman milik pemerintah

Kemudian ada private property yang mana publik diijinkan untuk masuk:

– mal

– restoran (termasuk kafe)

– rumah sakit

– stasiun (kereta, airport)

– dan lain-lain…

Indikatornya, selama itu property di bawah manajemen PT (perusahaan terbatas), maka property tersebut adalah milik pribadi (private property). Untuk melakukan segala sesuatu didalam property tersebut boleh-tidaknya ditentukan oleh pemilik property.  Kalau kasus bapak-bapak yang marah saat difoto di kafe, bapak tersebut berhak untuk komplain ke pemilik kafe. Dia pun memunyai hak untuk menuntut pemilik kafe untuk melindungi privasi pengunjung kafe tersebut. Karena itu, paparazzi yang sering ‘mengganggu’ selebriti selalu beroperasi di wilayah publik. Tidak pernah mereka mengambil foto di restoran atau mal.  Hal ini berkaitan dengan privasi terhadap objek foto. Jika memotret sesuatu harus memunyai ijin baik lisan maupun tulisan. Apa lagi jika hasil foto tersebut akan dikomersilkan. Yang harus kita lakukan sebenarnya simpel, perlakukan orang lain seperti apa yang kita ingin orang lain lakukan pada kita.

Jika kita ingin mengambil gambar seseorang, disarankan untuk terlebih dahulu meminta ijin. Pastinya, kita juga mengharapkan orang lain juga meminta ijin kepada kita jika ada yang mau mengambil foto diri kita. Bagaimana  minta ijinnya? Dengan mengeluarkan kamera kita dan senyum, artinya kita juga sudah minta ijin. Kalau orang itu keberatan, hormatilah, walaupun kita memang punya hak untuk memotret. Apalagi jika berada di tempat publik seperti jalan raya atau taman.

Mungkin ini bisa jadi bacaan….

http://photo.net/bboard/q-and-a-fetch-msg?msg_id=001oT6

http://ask.metafilter.com/84770/What…ople-in-public http://digital-photography-school.co…ography-people

Merepotkan? Pastinya…. memotret orang memang lebih repot, dan hasilnya tidak bisa digunakan untuk keperluan komersial.

Sumber: http://www.kaskus.us/showthread.php?t=982619 dan link yang dilampirkan diatas

Advertisements

One thought on “12+ Tips Jitu Menjepret Foto Candid

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s