Menunggu

Aku menunggu dengan hati layaknya segara dilanda kemarau…
Tak sekarakterpun pesan singgah di ponselku.
Akankah pertemuan kan terulang?
Ataukah hanya kenyataan terlalu pedas untuk diucapkan?

Kemudian,

Dering ponsel membangunkanku.
Nada suara yang begitu kukenal, membalikkan duniaku yang kering.

Mendung hati berganti hujan menggantikan kerontangnya segaraku dengan siraman kesejukan dari langit…

Bulir-bulir kasih tumbuh dari sela-sela bongkah tanah basah. Disusul ilalang asa yang mengiringi bulir muda itu…

Sang Pembolak-balik hati t’lah menunjukkan kuasaNya.
DipertemukanNya aku dengannya.

Jika dua hati bertaut dan Sang Pembolak-balik hati berkenan merestuinya, maka tiada lagi yang tidak mungkin bagiNya.

Advertisements

10 thoughts on “Menunggu

  1. Sekitar seminggu lalu, sekitar jam 11-12an malam pas insomnia kumat, aku gak sengaja dengerin siaran inspiratif di radio gitu.

    narasumbernya bilang:
    Menunggu dan berharap itu tidak salah
    Namun, alangkah lebih baiknya jika yang anda lakukan adalah mengambil keputusan

    Memutuskan adalah suatu tindakan mengambil keputusan. Mengambil keputusan adalah:

    •Tidak lagi menoleh ke kiri, tapi memutuskan untuk menoleh ke kanan;
    •Tidak lagi menengok ke belakang, tapi memutuskan memandang lurus ke depan;
    •Tidak lagi berdiam diri di tempat yang sama, tapi memutuskan untuk bergerak.

    (hehehe kukopiin dari blogku, itu ucapan bapaknya, entah siapa namanya pak Kris ato siapa gitu, lupa) 😀

  2. Makasih makasih. Ini kopian dr note lama juga. Dan sekarang, keputusan sudah diambil. Kadang tergoda menoleh ke belakang, samping bahkan bawah. Tapi keputusan sudah diambil. Tak ada kata menyesal. Saatnya untuk sesuatu yg baru 🙂

    *komen lurus nih

  3. Hahaha…
    Krn, I’ve been there before, dan pas nyadar (meski nelat)baru ngeh klo itu adalah hal paling goblok yang pernah kulakukan seumur hidupku (blushing.com)

    Well well well, the most important point adalah dunia itu berputar, burung yang sakit gigi kembali berkicau (emang punya gigi? 😀 ), angin kembali berhembus sepoi (gak kenceng lagi), dll ^______^

    Semangat!

  4. Kalo gak pernah berbuat salah, bagaimana bisa tahu itu salah. Asal jangan kebangetan aja salahnya, sampai permanen gak bisa dibenerin.

    Ya, aku memang pernah berbuat salah, justru dari kesalahan itu kita belajar.

    Sekarang, angin memang sudah tidak kencang lagi, sakit gigi udah sembuh karena giginya baru aja dicabut.
    Walau gak menjamin gak akan kambuh lagi. Tapi tetap optimis dan semangat. Paling tidak, kejadian serupa yang terulang, kita sudah tahu bagaimana cara menghadapinya dengan lebih bijaksana berdasarkan pengalaman sebelumnya.

    What does not kill me, makes me stronger 😀

  5. Sang Pembolak-balik hati t’lah menunjukkan kuasaNya.
    DipisahkanNya aku dengannya :p

    Dipertemukan-Nya aku dengan istriku 😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s