Pengalaman dengan Indihome dan Mengapa Masih Setia?

Bisa dibilang saya dan istri termasuk orang yang tidak bisa lepas dari internet. Saya sendiri punya blog pribadi di blog ini dan satu blog niche lain di http://www.packetnotes.com, belum lagi saya enroll online training yang menuntut punya internet berkecepatan tinggi. Sementara istri punya blog di http://www.hamsatravelicious.com dan http://www.keluargahamsa.com. Ditambah lagi kami punya sampingan sebagai online seller,  dan istri juga seorang pro blogger, jadi internet hukumnya wajib punya.

Sewaktu masih tinggal di Pasar Minggu, kami mengandalkan Bolt, sebulan rata-rata habis Rp 200 ribu untuk browsing dan penggunaan rumahan lainnya. Untuk streaming, biasanya saya numpang download di kantor after office hour atau malam hari karena belinya paket Super Bonus yang 13GB (data diambil dari website Bolt pada Feb 2016, kemungkinan sudah tidak valid).

Setelah pindah ke Depok, sempat bingung mau pakai apa buat internetan. Bolt gak terlalu bagus sinyalnya, ditambah belum ada layanan fix broadband yang masuk area komplek. Sudah pernah mencoba datang ke Plasa Telkom dekat rumah sekitar bulan Agustus 2014, tapi ternyata setelah disurvey masih belum masuk jaringan, lalu minta tolong ke adik kelas yang bekerja di kompetitornya, setelah disurvey kurang 1 tiang lagi. Akhirnya terpaksa pakai Bolt lagi, dengan pengeluaran sekitar Rp 300 hingga 400 ribu perbulan.
September 2015, iseng nanya ke 147, minta survey ke rumah. Pasalnya saya lihat ada tiang telepon baru dipasang di depan komplek. Ternyata mujur, setelah disurvey area komplek saya masuk cakupan Indihome Fiber, teknisinya menawarkan jika mau dipasang saat itu juga bisa langsung, akhirnya kesampaian juga punya koneksi internet broadband. Kami pasang paket Indihome dengan kecepatan 10 Mbps, tapi kalau lagi jam-jam sepi bisa tembus 18 Mbps buat download.
Pengalaman saya sebagai pengguna Indihome boleh dibilang cukup baik, dari September sampai Januari 2016 dapat gratis channel movie, kids dan entertainment, internet juga lancar jaya minim gangguan. Cuma awal-awal saja yang sempat telat bayar jadi kena isolir hehe. Begitu dibayar, gak berapa lama sudah bisa dipakai lagi layanannya.
Saat awal dipasang memang sempat kalap dengan status unlimited ini, sempat bertanya-tanya juga apakah benar-benar unlimited atau ada FUP seperti di selular. Saya coba tanya ke teman yang bekerja di Telkom katanya benar-benar unlimited tanpa FUP. Bukan orang Indonesia namanya kalau tidak aji mumpung, saya terpaksa lalu beli harddisk eksternal baru lagi buat menampung hasil jarahan unduhan video tutorial dan film-film dari internet. Khusus film, jika sudah selesai ditonton akan saya hapus, namun video tutorial, akan tetap disimpan di harddisk supaya bisa ditonton lagi saat diperlukan.
Tanggal 1 Februari 2016 lalu sepulang dari rumah sakit dan menghidupkan televisi, keluar notifikasi bahwa Indihome saya diisolir, jelas saya kaget dan menduga ini ada kesalahan dari Telkom karena seingat saya sudah saya bayar penggunaan untuk Januari 2016. Tapi setelah saya cek ke histori transaksi pembayaran, ternyata pembayaran saya via internet banking gagal, pantas saja diisolir. Setelah saya lunasi dan direstart modemnya, layanan Indihome bisa digunakan kembali.
Masalahnya setelah restart koq banyak channel-channel yang awalnya bisa ditonton malah diblokir karena belum berlangganan (error 2003)? Channel seperti Disney, Disney Jr, Movie, dan Diva diblokir.

Untuk movie memang diberi tahu oleh installernya kalau itu masuk promosi jadi sewaktu-waktu bisa dihentikan, namun untuk Kids dan Entertainment seperti Diva, itu kan masuk basic? Koq tidak ada pemberitahuan sebelumnya dari provider?

Setelah saya konfirmasi ke teman-teman yang bekerja di provider tersebut, barulah saya tahu kalau skema paket per 1 Februari 2016 berubah, dari 69 channel ke 35 channel (cmiiw), dan paket movie, kids dan entertainment bisa dibuka dengan berlangganan paket a la carte. Ok saya bisa terima itu, paling cuma nambah paket sesuai keinginan lalu masalah selesai. Belum sempat menghela nafas, saya dikagetkan oleh link di sebuah situs berita online, bahwa Telkom telah memberlakukan FUP di Indihome per 1 Februari 2016. Awalnya saya kira setelah lewat FUP maka tidak bisa internet sama sekali namun hanya dikurangi kecepatannya. Untuk pelanggan dengan kecepatan 10 Mbps dikenakan FUP 300 GB/bulan, diatas itu hingga 400 GB kecepatan berkurang menjadi 75%, dan diatas 400 GB kecepatan menjadi 40%.

Sempat kaget dan kesal, koq tiba-tiba ada FUP segala? Namun untuk penggunaan saat ini saya rasa FUP sebesar itu masih longgar. Belum tahu kalau nanti saya butuh kuota lebih besar lagi. Jika budget mendukung mungkin akan request menaikkan paketnya ke yang lebih tinggi agar kuota FUP (dan tentunya juga speed) juga terdongkrak.
Untuk pindah ke provider lain juga setidaknya saat ini, sepertinya belum terpikirkan. Selain ribet, belum tentu area kami sekarang masuk area layanan kompetitor. Belum lagi pengurusan cabut dan pasang baru. Kemudian jika ada komplain mau jalur cepat kemana? Ini agak subjektif memang, karena banyak teman sesama alumni SMK yang bekerja di provider tersebut, seringnya group WA dan Telegram alumni berubah jadi customer service dadakan jika CS di 147 dianggap terlalu lelet. Mereka inilah ujung tombak dari provider tersebut, yang rela bekerja berkalang tanah, nyebur ke manhole demi kepuasan dan kenyamanan pelanggan.
Pada awalnya saya memang berlangganan Indihome karena tidak ada pilihan lain saat itu, namun kalau saya pindah ke provider lain, bisakah saya dapat “privilege” support seperti saat ini?

 

Setidaknya begitulah pengalaman saya berlangganan Indihome, saya pribadi berharap Telkom bisa lebih baik lagi dalam melayani pelanggan setianya, terutama di lini sales marketing dan after salesnya.
Advertisements

2 thoughts on “Pengalaman dengan Indihome dan Mengapa Masih Setia?

  1. Pertanyaan ini: Pada awalnya saya memang berlangganan Indihome karena tidak ada pilihan lain saat itu, namun kalau saya pindah ke provider lain, bisakah saya dapat “privilege” support seperti saat ini?

    Jawabannya adalah: SANGAT BISA SEKALI. Bukan apa2, tapi support Telkom emang jauh dibawah standard, sehingga ketika merasakan support dari provider lain, maka privilege semacam itu serasa ada 24 jam non stop. Oiya sy pengguna MyRepublic. No FUP no shit.

  2. Halo, terimakasih sudah berkunjung dan komentar.

    Sebenarnya saya sudah pernah disurvey oleh MyRep (waktu masih bernama Innovate). Hanya saja waktu itu ternyata kurang 1 tiang lagi, jadi kita diminta pasang tiang sendiri kalau mau pasang. Itu juga ceritanya dari request survey sampai hasil survey juga agak panjang, mungkin bisa 1 artikel sendiri.

    Intinya sih, saat ini masih tetap pakai Indihome karena memang Telkom yang jaringannya sampai ke tempat saya. Untuk support, 147 memang perlu banyak improvement, hal ini sudah sering saya remind ke teman-teman Telkom sendiri. Jadi kalau ada apa-apa saya lebih suka japri ke teman-teman yang bersangkutan.
    Jika nanti pindah rumah dan ada beberapa pilihan provider, tentu akan ada pertimbangan lagi apakah akan tetap Indihome atau provider lain.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s